Senin, 02 Januari 2012

SYIAH : MAZHAB KELIMA ISLAM

Senin, 2 Januari 2012
JAKARTA (Suara Karya): Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sesat. Syiah adalah pilihan dalam memeluk Islam. Hak asasi orang memeluk Syiah harus dilindungi. Karena itu, perlu hati-hati tentang kemungkinan adanya desain mengadu domba di balik kasus pembarakan pesantren Syiah di Madura, pekan lalu.
Demikian benang merah pernyataan Ketua MUI Umar Shihab, Sekretaris PW Ansor Jawa Timur Imron Rosyadi Hamid, dan Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Andy Irfan J secara terpisah, kemarin.
Demikianlah pula univ.al-Azhar Kairo – Mesir juga telah menjadikan Mazhab Syiah kurikulumnya selain 4 mazhab yang lain. Sungguh jika kita sebagai umat islam yang mengaku sebagai “ahlus sunnah wal jamaah” jka pada satu saat sholat berjamaah dengan jamaah  syiah maka perbedaan a.l hanya :
·         Bacaan Basmalah secara jahar walaupun dalam sholat yang seharusnya siir (hanya bacaan basmalah saja).
·         Tidak ada perkataan amin dari ma’mum setelah imam selesai membaca al-Fatihah ( karena kata amin bukan ayat al-Fatihah tapi adalah perkataan manusia, sehingga membatalkan sholat).
·         Jamaah syiah tidak bersedekap tangan.
·         Ada bacaan qunut di rakaat kedua sebelum rukuk di setiap sholat (bukan hanya subuh saja).
Jika ditelaah dari fiqih 4 mazhab sunnah wal jammah maka perbedaan tidak lebih banyak dari 4 mazhab ahlu sunnah itu.
Sungguh umat islam Indonesia yang mayoritas adalah ahlu sunnah wal jamaah harus lebih berfikir jernih, jangan mudah terpancing sehingga kelak tidak menyesal di hari pengailan Allah SWT yang hari dimana tidak diterima penyesalan dan tobat.
Untuk anda yang akan mendekatkan diri kepada Allah SWT, tak ada salahnya mengikuti salah satu dari 5 mazhab yang ada dan seperti yang telah difatwakan oleh MUI bahwa Syiah bukanlah aliran sesat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar